wisata kuliner di jogja

Kuliner JogjakartaJul 2, '07 12:15 AM
for everyone
Rasanya ada yang kurang jika aku sebagai salah satu penghuni Jogja, tidak memberikan beragam info mengenai kuliner khas Jogja. Berikut ini aku informasiin untuk dapat dijadikan referensi bagi Kalian jika ingin mengunjungi Jogja. Semoga berkenan...

GUDEG
Bentuk fisik Gudeg menyerupai komposisi massa amorf yang berasa telalu manis menurut ukuran lidah orang luar Jogja. Toh Gudeg banyak disuka untuk oleh-oleh sanak saudara dan rekan bisnis nun jauh disana. Mungkin lantaran ada sambel krecek untuk penawar rasa manisnya. Atau karena takkan basi selama beberapa hari. Tapi bisa juga karena dikemas dalam kendhil yang terbuat dari tanah liat.

BAKPIA
Konon kabarnya bak berarti babi. Tapi kreatifitas lokal telah memodifikasinya hingga bakpia berada sangat jauh dari arti semula. Industri bakpia mulai merambah kampung Pathuk Jogja pada tahun 1948.

Meski sudah 53 tahun berjaya di Jogja, tapi usaha bakpia ini masih banyak yang dilakukan secara manual oleh SDM yang komunal dengan melibatkan tetangga sekitar. Jadi jangan heran jika kios bakpia menumpuk di kampung Pathuk, bejibun di spanjang jalan Satsuit Tubun.

STEAK WAROENG
Pesona steak tampaknya telah dikecap tidak hanya oleh masyarakat kelas atas. Untuk mengakali mahalnya harga steak, tawaran dari Steak Waroeng layak dicoba. Harganya terjangkau bagi mahasiswa, namun rasa dan performanya tak kalah dengan kelas jetset! Bagi masyarakat Jogja yang mayoritas anak kos dan notabene mahasiswa, warung yang satu ini oke juga.

JAZZ COFFEE
Tempat nongkrong yang cozy, nggak banyak ditemui di pusat kota Jogja. Jazz Coffee yang terletak di kawasan Kotabaru ini tidak hanya menawarkan kenyamanan dan pilihan kopi dari beberapa daerah di Indonesia, tapi juga menawarkan pertemanan. Kedekatan antara pemilik, pelayan dan pembelinya menimbulkan harmonisasi yang akrab khas Jogja. Apalagi kalau sore-sore, sambil mendengarkan irama Jazz, menyeruput kopi atau coklat panas asik juga kan?

BAKMI PAK REBO
Selain enak, bakmi yang ter-dapat di kaki lima Jl. Brigjen Katamso ini juga terkenal unik. Untuk Bakmi yang dibungkus ‘tuk dibawa pulang, jangan kaget kalau lidi se-bagai ’pengunci’ bungkusan digantikan dengan paku. Menurut cerita dalam 1 malam Bakmi Pak Rebo menghabiskan 1/4 Kg. paku. Maka sejak berjualan kira-kira 1984 sampai saat ini, kurang lebih 1552 kg. paku telah dihabiskan. Bayangkan berapa rumah yang sudah bisa dibangun dengan paku sebanyak itu?

ANGKRINGAN LEK MAN
Angkringan ini terletak di Utara Stasiun Tugu konon merupakan angkringan tertua di Jogja. Angkringan tak adalah warung makan yang menjadi budaya tersendiri di Jogja. Disinilah tempat para masyarakat berkumpul, saling tukar informasi sambil menyantap nasi bungkusan. Tak sedikit seniman Jogja yang juga menyukai makan di angkringan. Selain Lek Man kamu dapat menemukan Angkringan bertebaran di sudut kota Jogja.

GADO-GADO DAN LOTEK BU NING
Menu sehat harga terjangkau, disini tempatnya. Racikan sayuran segar dipadu bumbu kacang yang legit, jadi andalan di warung ini. Kekhasan rasanya juga tak kalah dengan menu-menu waralaba. Rahasianya mungkin karena cobek yang dipergunakannya. Cobek ukuran extra large yang meninggalkan residu kacang dari tahun ke tahun itulah yang bikin gado-gado di kawasan Taman Siswa ini laris manis.

SOTO SULUNG PAK MALIK
Stasiun Tugu tidak hanya menjadi ‘jujugan’ bagi calon penumpang kereta api. Di sisi selatan stasiun tua ini juga menjadi jujugan bagi orang-orang yang sudah ketagihan lezatnya soto sulung Pak Malik yang asli Madiun ini. Kuahnya yang gurih dipadu daging sapi dan jeroannya yang yummy, dijamin Anda bakalan balik lagi ke warung soto Pak Malik!

JADAH TEMPE MBAH CARIK
Udara dingin Kaliurang semakin menambah kekhasan rasa jadah ketan yang dipadu tempe bacem di warung Mbah Carik di Kawasan Wisata Kaliurang. Adonan tempe bacem nan manis digencet sepasang jadah ketan nan legit, nggak kalah sama sandwich ala Eroapa. Malah kudapan yang satu ini nggak bisa ditemui di sembarang tempat. Kalau mau nyari jadah tempe ya di Kaliurang tempatnya!


(Disunting dari Dagadu.com)
Prev: Sejarah Musik Rock di Indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar